Masih banyak orang yang kebingungan mengenai apakah water heater listrik harus dimatikan atau tidak saat sedang tidak digunakan. Hal tersebut memang pertanyaan yang cukup umum dan wajar dimiliki, pasalnya pasti setiap orang ingin menghemat pengeluaran listriknya dan mengira jika water heater listrik terus dinyalakan maka akan boros listrik.
Lantas, apakah water heater harus dimatikan atau tidak ketika sedang tidak digunakan? Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Pasti ada banyak orang yang beranggapan bahwa semua benda yang membutuhkan listrik untuk bekerja harus dimatikan ketika tidak digunakan agar bisa membantu menghemat energi dan mengurangi biaya listrik bulanan. Padahal, terkadang ada baiknya jika benda tersebut dibiarkan menyala saja, apalagi untuk benda yang sering digunakan secara menerus, seperti halnya water heater.
Pada umumnya, semua water heater pada instalasi air panas sudah memiliki tangki penyimpanan saat ini, baik itu yang elektrik maupun yang solar, dan sudah memiliki fitur mati-nyala otomatis. Fitur tersebut dikendalikan oleh thermo controller, atau sebuah pengukur suhu yang berfungsi untuk memutus dan menyambungkan aliran listrik pada water heater tanpa harus menekan saklar secara manual setiap saat.
Jadi, normalnya Anda tidak perlu repot mematikannya karena fitur mati-nyala otomatis tersebut sudah cukup mengurangi konsumsi listrik berlebih. Ketika memang tidak digunakan, water heater dengan fitur tersebut tidak akan bekerja mengeluarkan listrik secara berlebihan untuk memanaskan suhu air, sehingga tetap membantu menghemat energi dan biaya dalam penggunaan sehari-hari.
Baca Juga: Teknologi Baru Water Heater yang Membantu Anda Menghemat Energi
Jika boros yang dimaksud di sini adalah penggunaan listriknya jika dibandingkan opsi pemanas air lainnya, maka jawabannya adalah tidak. Sebelum ada water heater, biasanya orang-orang akan memanaskan air dengan cara memasaknya terlebih dahulu. Apabila kita bandingkan, maka hal tersebut juga termasuk boros gas atau minyak tanah.
Perkembangan teknologi yang makin maju sudah menyentuh berbagai bidang, termasuk water heaterâ ini. Sekarang, sudah ada banyak sekali water heater yang hemat listrik dan memiliki fitur untuk memperkecil pengeluaran listrik yang dibutuhkan.
Water heater tidak akan rusak bila tidak dimatikan. Apalagi sekarang sudah ada banyak water heater yang memiliki fitur mati-nyala otomatis. Water heater justru akan lebih mudah rusak jika dinyalakan dan dimatikan secara berulang kali dalam waktu yang singkat. Jadi, jika Anda memang menggunakannya setiap hari, akan lebih baik jika water heater tetap dibiarkan menyala saja.
Berikut ini adalah tanda-tanda water heater yang Anda sedang gunakan sudah rusak. Untuk mencegahnya, Rheem akan memberi tahu apa saja tanda-tandanya. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.
Tanda pertama yang dapat identifik dengan water heater rusak adalah air yang keluar dari keran akan keruh. Jika hal ini terjadi maka sebaiknya Anda tidak menggunakan water heater selama beberapa waktu. Setelah itu, Anda pastikan air yang keluar apakah berbau amis. Jika ya, maka itu disebabkan karena adanya kesalah pada pipa utama water heater.
Tanda-tanda water heater rusak selanjutnya adalah mesin water heater akan mengeluarkan suara yang bising. Hal ini terjadi karena adanya sedimen-sedimen yang sudah menumpuk pada bagian tangki water heater. Sedimen-sedimen ini akan mengeras sehingga dapat merusak water filter pada mesin water heater.
Salah satu tanda-tanda water heater rusak yaitu adanya rembesan pada water heater. Jika water heater mengalami kebocoran sebaiknya Anda mengganti mesin water heater yang baru. Karena hal ini disebabkan oleh adanya logam yang ada didalam tangki mesin mengembang dan dapat berpotensi meretakan mesin water heater.
Baca Juga: Teknologi Water Heater Modern Rheem: Inovasi Terbaru untuk Kenyamanan Anda

Penggunaan air panas ketika mandi memang sudah menjadi keharusan bagi beberapa orang. Jika Anda adalah salah satunya, maka Anda harus menjaga kondisi water heater agar bisa tetap memberikan air hangat dengan baik. Berikut ini adalah beberapa tips menjaga kondisi water heater yang wajib Anda ketahui.
Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah air yang disimpan di dalam tangki water heater. Jika air yang tersimpan di dalam tangki water heater adalah air yang kotor, maka hal tersebut dapat menyebabkan aliran air tersumbat dan water heater akan cepat rusak. Selain itu, sudah sangat jelas bahwa air yang kotor juga akan berbahaya bagi tubuh Anda.
Pastikan air yang disimpan di dalam tangki water heater tidak mengandung debu, kapur, pasir, atau partikel kecil dan kotor lainnya. Jika aliran air yang ada di dalam water heater tersumbat, maka kinerja dari mesin akan terganggu dan water heater akan mengalami kerusakan. Selain itu, pastikan juga air yang tersimpan tidak keruh atau berbau demi kesehatan tubuh Anda.
Water heater harus dibersihkan secara berkala agar dapat bekerja dengan baik. Jika water heater kotor, maka air yang tersimpan di dalamnya juga akan kotor. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika air yang tersimpan di dalam tangki water heater kotor, maka aliran air akan tersumbat dan water heater bisa rusak.
Maka dari itu, pastikan untuk membersihkan water heater secara berkala agar kinerjanya dapat tetap maksimal. Pastikan juga untuk melakukan perawatan rutin dan melakukan servis mesin setiap enam bulan hingga satu tahun sekali.
Water heater bekerja dengan cara memanaskan air menggunakan tenaga listrik. Namun perlu diingat bahwa air dan listrik merupakan kombinasi yang cukup berbahaya karena dapat memicu berbagai macam kecelakaan jika tidak dipasang dengan benar. Oleh karena itu sangat penting untuk memastikan water heater di rumah dilengkapi dengan sistem keamanan yang memadai.
Untuk memastikan keamanan water heater yang digunakan di rumah dengan lebih baik, Anda bisa menempatkan Earth-Leakage Circuit Breaker (ELCB) pada jalur instalasi sebelum listrik masuk ke unit water heater Anda. Hal tersebut merupakan salah satu langkah paling aman yang bisa Anda lakukan untuk menjamin keamanan water heater.
Safety valve adalah pengamanan tekanan yang ada pada tangki water heater yang berguna untuk menjaga stabilitas suhu air yang dipanaskan. Jika safety valve mengalami kerusakan, maka suhu air yang dipanaskan bisa jadi tidak terkendali. Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan pemeriksaan safety valve secara berkala.
Pastikan untuk rutin memeriksa sistem kelistrikan, termasuk pemeriksaan pada pemanas elektrik dan thermostat di water heater. Disarankan untuk tidak terlalu sering menyalakan dan mematikan water heater listrik agar kondisinya tetap terjaga. Gunakanlah sesuai kebutuhan pemakaian.
Hal ini bertujuan agar thermostat dapat menjaga suhu air dengan optimal. Jika terlalu sering dimatikan, proses pemanasan air akan memakan waktu lebih lama dan memerlukan daya yang lebih besar.
Namun, jika Anda berencana untuk tidak menggunakan water heater dalam waktu yang lama, seperti saat berlibur panjang, dinas luar kota, atau keperluan lainnya, sebaiknya matikan water heater untuk menghindari risiko korsleting listrik demi alasan keamanan.
Baca Juga: Sistem Pemanas Air (Water Heater): Cara Kerja untuk Tiap Jenisnya
Pemilihan water heater yang tepat bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga efisiensi energi. Saat ini, sudah banyak water heater yang dirancang untuk menghemat listrik tanpa mengorbankan kinerja pemanasannya.
Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli water heater hemat energi, berikut ini adalah beberapa tips penting yang bisa Anda ikuti:
Salah satu kunci hemat energi terletak pada fitur thermostat otomatis. Fitur ini memungkinkan water heater menyala dan mati secara otomatis ketika suhu air sudah mencapai batas yang diinginkan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir water heater akan terus bekerja dan menguras listrik. Selain hemat energi, fitur ini juga bisa menjaga suhu air tetap stabil sepanjang waktu.
Kapasitas tangki yang terlalu besar akan membuat pemanas air bekerja lebih berat dan memakan daya lebih besar. Sebaliknya, jika terlalu kecil, Anda harus sering-sering memanaskan ulang. Maka dari itu, sesuaikan kapasitas water heater dengan kebutuhan pemakaian di rumah Anda. Misalnya, untuk kebutuhan 2â3 orang, kapasitas 15â30 liter biasanya sudah cukup.
Insulasi yang baik pada tangki water heater akan menjaga suhu air tetap panas lebih lama tanpa perlu pemanasan ulang. Artinya, makin sedikit energi yang dibutuhkan untuk menjaga suhu air tetap hangat. Sebaiknya pilih produk water heater dengan material insulasi berkualitas tinggi, seperti polyurethane foam atau lapisan keramik khusus.
Saat ini, banyak produk elektronik yang sudah dilengkapi label atau sertifikasi hemat energi. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa produk tersebut telah lulus uji efisiensi energi sesuai standar yang berlaku. Jadi, sebelum membeli, pastikan water heater pilihan Anda memiliki label hemat energi resmi, agar penggunaan listrik tetap efisien tanpa khawatir tagihan membengkak.
Terakhir, pilihlah water heater dari merek tepercaya yang sudah dikenal memiliki inovasi hemat energi, seperti fitur pemanasan cepat, mode eco, hingga penggunaan elemen pemanas yang efisien. Salah satu contohnya adalah produk dari Rheem, yang dikenal dengan teknologi mutakhir dan fitur-fitur penghemat listrik untuk penggunaan jangka panjang.
Demikian penjelasan mengenai apakah water heater harus dimatikan atau tidak ketika tidak digunakan yang dapat kami sampaikan. Jika Anda sedang mencari water heater, baik untuk penggunaan pribadi di rumah maupun untuk ditempatkan pada tempat komersial, Anda bisa mendapatkannya di Rheem.
Jadi, tunggu apalagi? Kunjungi Rheem sekarang juga atau dapatkan melalui DVS World, distributor resmi Rheem yang siap membantu Anda memilih produk sesuai kebutuhan rumah tangga. Semoga penjelasan mengenai apakah water heater harus dimatikan dan tips menjaga kondisi water heater ini dapat membantu Anda ya!
Subscribe
At Rheem, we strive to innovate
best-in-class products to lead the industry
in
environmental improvements.
Sustainability