Tap To Call 08001701313

Select a Country

Find a Dealer in your Area

Find a Dealer

When you need a smart, dependable dealer, count on our team of independent professionals for your heating, cooling and water heating needs.

Blog

Blog

Blog

Blog

Cara Instalasi Air Panas dengan Mudah dan Tepat

| Kamis Oktober 19, 2023
instalasi air panas

Intalasi pipa air panas sangat berguna dan memudahkan untuk pengaliran air panas. Mengingat penggunaan air panas saat badan sedang lelah atau cuaca yang dingin dapat membantu menghilangkan rasa lelah dan sedikit menghangatkan tubuh. Maka dari itu, instalasi air panas merupakan pilihan kelengkapan kebutuhan rumah yang sangat menguntungkan.

Pada artikel kali ini, Rheem akan berbagi informasi seputar cara instalasi water heater yang bisa Anda lakukan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Instalasi Pipa Air Panas

Ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum menginstalasikan pipa air panas atau pemanas air. Berikut adalah penjelasannya.

Baca Juga: Mengenal Persiapan dan Cara Pasang Water Heater Listrik Agar Aman

1. Lokasi Pemasangan Pipa Air Panas

Saat menentukan ukuran dan model water heater serta pipa yang diperlukan, penting untuk mempertimbangkan ukuran rumah, jumlah penghuni, dan kebutuhan air panas. Pastikan bahwa lokasi pemasangan berdekatan dengan sumber daya listrik dan pasokan air. Lokasi pemasangan tersebut juga harus mudah diakses dan dapat dijangkau oleh pipa air.

2. Jenis Pipa Air Panas

Pipa air panas harus mampu menahan suhu tinggi dan tahan terhadap kebocoran. Beberapa jenis pipa yang sering digunakan untuk sistem air panas meliputi PVC, Tembaga, Galvanis, PPR, dan PE-RT. Untuk aplikasi air panas dengan tekanan, penting untuk memilih pipa yang memenuhi standar ketahanan panas.

3. Ukuran Water Heater dan Pipa

Pertimbangkan ukuran rumah, jumlah penghuni, dan kebutuhan air panas untuk menentukan jenis dan kapasitas water heater serta ukuran pipa yang diperlukan. Penting untuk menghindari water heater yang berlebihan atau terlalu kecil. Pilihlah tangki yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya, apakah 10 liter sudah mencukupi atau bahkan memerlukan kapasitas lebih dari 30 liter, karena ini akan berdampak pada jumlah keran air panas dan pipa yang harus diinstal.

4. Pastikan Terpasang dengan Aman

Pastikan bahwa pemasangan pipa air panas telah dilakukan dengan teliti dan kokoh. Jangan pernah mengabaikan risiko bahaya yang mungkin timbul jika pipa air panas tidak tergantung atau terpasang dengan baik.

5 Proses Instalasi Air Panas yang Benar

Kini tidak lagi diperlukan merebus air hingga panas untuk menyediakan air hangat karena dapat dilakukan instalasi air panas dengan menggunakan water heater. Water heater dapat Anda gunakan sebagai penyediaan air panas untuk mandi, berendam, bahkan dapat mengalirkan pada sink.

Mungkin Anda bertanya-tanya mengenai bagaimana cara membuat air panas dapat mengalir ke beberapa saluran air. Proses instalasi air panas dilakukan seperti berikut ini:

1. Menemukan Lokasi Keran

Sebelum dilakukan instalasi air panas, Anda mencari terlebih dahulu titik keran untuk pemasangan air panas sekaligus mengetahui arah aliran air. Ada 2 keran yang berbeda untuk digunakan. Satu untuk mengalirkan air panas dan satu lagi untuk mengalirkan air dingin pada sisi lainnya.

2. Menentukan Jenis Pipa

Pipa yang digunakan pada instalasi air panas harus terbuat dari material khusus yang mampu menahan panas dan tidak mudah berkarat untuk menghindari kebocoran. Siapkan pipa yang berkualitas agar instalasi air panas dapat bertahan lama dan terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh suhu tinggi pada pipa.

Baca Juga: Cara Instalasi Pipa Shower Kamar Mandi Yang Aman

3. Menentukan Diameter Pipa

Ukuran diameter pada sistem instalasi pipa air panas dapat memengaruhi laju aliran air yang diinginkan. Untuk hasil yang optimal, kecepatan maksimum aliran air yang diinginkan adalah sebesar 3 meter per detik. Oleh karena itu, ukuran diameter pipa yang ideal adalah sebesar 25 mm untuk digunakan pada bak mandi, serta 15 mm untuk shower dan wastafel.

Namun, untuk menentukan ukuran pipa yang sesuai, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan aliran air yang dibutuhkan serta kapasitas mesin pemanas yang digunakan.

4. Pemasangan Water Heater

Water heater digunakan sebagai alat yang akan memanaskan air dengan beberapa sumber energi. Pada water heater listrik, panas pada air tercipta melalui energi listrik. Sedangkan pada water heater gas, panas pada air tercipta melalui energi gas.

Jika Anda memilih memasang produk Rheem RCY classic plus electric storage water heater maka Anda bisa mendapatkan aliran air panas mulai dari 10 liter hingga 30 liter.

Produk RCY classic plus memiliki material tangki air yang terbuat dari vitreous enamel sehingga menghasilkan tangki air yang awet dan anti korosi. Sehingga cocok untuk digunakan pada kebutuhan rumah dalam jangka waktu panjang.

5. Memasang Keran Pengatur Air

Selanjutnya akan memasangkan keran pengatur air di antara pipa air panas dan dingin. Keran air penting untuk dipasangkan karena dapat membantu melancarkan aliran air bersih meskipun water heater sedang bermasalah.

Untuk membantu memudahkan dalam pemasangan, Anda dapat menyediakan keran pengatur air sebelum dilakukan instalasi.

6. Menghubungkan Pipa DenganWater Heater

Langkah terakhir dalam instalasi air panas yang dilakukan adalah menghubungkan pipa air panas dengan water heater. Langkah ini dilakukan ketika telah dipastikan bahwa water heater terpasang dengan baik dan benar.

Berikutnya, hubungkan pipa instalasi power supply pada lubang input dan pipa instalasi air panas pada lubang output.

3 Tipe Pemanas Air yang Bisa Anda Pilih

ukuran water heater

Dalam menyediakan aliran air panas, dibutuhkanwater heater untuk menjadi sumber energi panas pada air. Pemanas air memiliki berbagai jenis yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan rumah tangga. Berikut merupakan beberapa tipe pemanas air yang bisa menjadi referensi Anda, antara lain:

1. Electric Heater atau Pemanas Air Listrik

Pemanas air listrik menjadi salah satu produk yang banyak digunakan untuk kebutuhan air panas rumah tangga karena harganya yang ekonomis. Meski demikian, penggunaan pemanas air listrik membutuhkan daya listrik yang cukup besar. Dalam menghasilkan panas, pemanas listrik air membutuhkan beberapa saat hingga air benar-benar panas.

Untuk kebutuhan rumah tangga, Anda dapat mencoba produk Rheem RC plus classic plus electric storage water heater yang memiliki berbagai ukuran kapasitas dan daya listrik yang tidak terlalu besar.

Selain itu, RC plus classic menggunakan polyurethane foam yang rapat dan tebal sehingga mampu mempertahankan temperatur air panas di dalam tangki dalam jangka waktu lama.

2. Gas Heater atau Pemanas Air Gas

Pemanas air gas merupakan pemanas air dengan sumber energi gas yang berasal dari LPG atau LNG untuk kebutuhan rumah tangga. Meski menghemat daya listrik, tetapi menggunakan pemanas ini justru membutuhkan banyak biaya pada penyediaan gas sebagai sumber energi.

Namun bila pasokan gas alam pada lokasi tinggal melimpah, pemanas air ini dapat menjadi pilihan efektif karena ketersediaan gas alam mencukupi.

3. Heat Pump Water Heater atau Pemanas Air Heat Pump

Pemanas air heat pump adalah pemanas air dengan memanfaatkan sumber energi udara panas di sekitar dengan menggunakan kompresor dan freon sebagai alat pemanas air.

Pemanas air heat pump merupakan salah satu pemanas air yang cukup hemat, karena hanya dibutuhkan daya listrik yang kecil untuk menghasilkan air panas dalam jumlah besar.

Umumnya alat ini digunakan pada bangunan komersial besar seperti hotel, apartemen, dan lain sebagainya.

Rheem HDi series all in one heat pump water heater merupakan salah satu produk pemanas air heat pump ramah lingkungan yang dilengkapi dengan elemen cadangan untuk memastikan air panas tetap tersedia bahkan di malam musim hujan dengan suhu dingin.

3 Kesalahan Instalasi Air Panas yang Harus Dihindari

kesalahan instalasi air panas

Proses pemasangan air panas dan water heater adalah sesuatu yang sulit sehingga harus ditangani oleh ahlinya dan sangat tidak disarankan untuk melakukannya sendiri. Hal ini dikarenakan diperlukan ketelitian pada beberapa langkah agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan, terlebih pada pemanas air listrik.

Beberapa hal berbahaya yang bisa terjadi jika terdapat kesalahan instalasi air antara lain:

1. Suhu Air Terlalu Tinggi

Suhu normal pada pipa instalasi air panas melalui water heater adalah 55 derajat celsius. Pengaturan suhu yang terlalu tinggi pada water heater dapat memudahkan munculnya korosi pada pipa dan dapat mengurangi usia penggunaan instalasi air.

Untuk itu, instalasi air panas diharuskan untuk dilakukan untuk memastikan seluruhnya terpasang dengan baik dan benar.

2. Penempatan Pipa Terlalu Dalam

Umumnya pipa air ditempatkan pada kedalaman 10 hingga 20 cm. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya pembekuan dan air di dalam pipa dapat menghancurkan pipa. Namun bila terdapat keadaan khusus, tutup potongan pipa dengan kabel pemanas.

3. Kesalahan Pemasangan Sambungan Pipa dengan Water Heater

Untuk menyambungkan pemanas air dengan pipa air panas, biasanya menggunakan besi solder. Pada proses ini, jika tidak dilakukan oleh ahlinya, dapat menimbulkan kesalahan berupa pemasangan yang terlalu dekat dengan pemanas air sehingga panas yang digunakan untuk pengelasan juga dapat melelehkan plastik di dalam tangki air.

Kesimpulan

Demikian merupakan penjelasan mengenai cara instalasi air panas yang dapat Anda lakukan beserta bahaya yang terjadi apabila pemasangan tidak dilakukan oleh ahlinya. Jika membutuhkan berbagai pilihan water heater dengan kualitas terbaik, Anda bisa menghubungi Rheem. Teknisi ahli kami akan membantu Anda melewati proses instalasi ini.

Rheem menyediakan berbagai produk water heater rumah tangga maupun komersil dengan kualitas terbaik dan ramah lingkungan. Hubungi Rheem sekarang juga!

Related Posts

Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pernyataan Privasi kami.

Setuju